Nyeri Haid Parah Terus Menerus, Waspada Endometriosis

Endometriosis kerap kali menyerang wanita. Membuat penderitanya putus asa dan kehilangan harapan. Digadang-gadang sebagai cikal bakal sulit hamil.

Apa Itu Endometriosis ?

Endometriosis penyakit yang tumbuh akibat jaringan endometrium di luar endometrium. Normalnya, jaringan endometrium adalah di lapisan terdalam dari tiga lapis dinding rahim. Tapi saat endometriosis terjadi, jaringan tersebut tumbuh di tempat yang tidak seharusnya. Di area reproduksi perempuan, dimana saja.

 

Penyebab endometriosis belum diketahui secara pasti. Tapi ada teori yang mengatakan, setiap bulan tubuh perempuan melepas hormon untuk penebalan dinding rahim. Kemudian reaksi ini merupakan persiapan untuk menerima sel telur yang dibuahi.

 

Jika tidak terjadi pembuahan, maka dinding rahim akan luruh dan keluar dalam bentuk menstruasi. Pada kasus endometriosis sendiri, darah tetap mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim. Tapi ada dugaan munculnya endometriosis juga diakibatkan oleh reaksi imunologi, saat sistem kekebalan tubuh tidak kuat melawan infeksi.

Berdasarkan perkiraan prevalensi gejala umum, endometriosis diderita oleh 10% perempuan di dunia. Sekitar 30-50 persen menjangkit wanita dalam masa subur.

 

Dampak dari endometriosis tidak main main, bisa membuat infertilitas pada penderitanya.

 

Endometriosis merupakan suatu jenis kista. Kumpulan darah yang menumpuk dalam kantong cairan. Letaknya tepat di ovarium yang memproduksi sel telur. Keberadaannya bisa mempengaruhi kualitas sel telur yang dihasilkan.

 

Endometriosis akan menyebabkan pendarahan, sifatnya seperti benalu. Menyebabkan nyeri dimana pun berada.

 

Penderita endometriosis, saat masanya menstruasi seringkali tidak teratur, kadang telat, bisa juga lebih cepat dari bulan sebelumnya. Jangka waktunya pun umumnya melebihi 7 hari. Nyeri pasca menstruasi pun tidak dapat dihindari dan rasa sakitnya biasanya parah.

Gejala Endometriosis

 

Inilah Gejala Endometriosis yang harus diwaspadai :

Selain rasa nyeri hebat, endometriosis juga ditandai dengan :

 

Sakit saat buang air besar. Penyakit yang menyerang rahim ini juga bisa mempengaruhi sistem sekresi di usus lho. Akibatnya terjadi pembengkakan di area usus dan kandung kemih. Hal ini membuat anda pun merasa sakit luar biasa saat buang air kecil maupun buang air besar. Endometriosis juga bisa menyebabkan sembelit dan diare disertai darah di feses.

 

Sakit Saat Berhubungan Intim. Salah satu gejala lainnya adalah rasa sakit saat berhubungan intim, tidak hanya saat berhubungan intim bahkan setelah berhubungan pun bisa tetap merasakan sakit yang luar biasa.

 

Pendarahan. Endometriosis bisa menyebabkan penderitanya mengalami pendarahan hebat. Seringkali darah yang keluar juga berbentuk gumpalan sehingga anda terpaksa mengganti pembalut lebih sering.

Kapan Harus Periksa Ke Dokter ?

Jika badan sudah mengalami gejala-gejala berikut ini :

 

  1. Merasa sakit saat mentruasi, padahal sebelumnya tidak pernah
  2. Aktivitas sehari-hari terganggu karena rasa sakit
  3. Merasa sakit saat berhubungan seks
  4. Merasakan sakit saat buang air kecil, terdapat darah pada urine, dan tidak bisa mengendalikan aliran urine
  5. Tidak subur, alias tidak kunjung hamil setelah mencoba selama 12 bulan

Pengobatan Endometriosis

 

Metode pengobatan sebenarnya tergantung tingkat keparahan dan disesuaikan dengan kondisi apakah penderita masih ingin memiliki anak. Pengobatan endometriosis sendiri meliputi :

 

  1. Pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
  2. Terapi hormon untuk menghentikan produksi estrogen
  3. Prosedur operasi, seperti laparoskopi, laparotomi, histerektomi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.